Pada seutas hening yang tercipta saat keramaian
Juga pada sunyi ketika kau menyapa angan di kehidupan
Aku diam-diam menyimpan rindu pada kedipan
Menerjemahkan segala tenunan rasa yang harus tercipta saat kau tersenyum
Menatap aku yang melihatmu tanpa menatap
Aku memiliki makna sendiri pada rindu yang terus hidup
Mengartikan tatapanmu dengan sejuta harapan
Menerjemahkan bisu
Mendefinisikan embusan nafas
Mengarahkan jalan hatiku di hari berikutnya
Kenyataan rasa yang telah terpecah-pecah
Hanya untuk menatap siluet tubuhmu
Cukup menyatukan kembali semuanya
Kau percaya?
Aku tidak
Sabtu, 30 April 2016
Jumat, 29 April 2016
Sang Pemenang
Senyapkan
tutur pada dedoa
Tersemat
pada cita dan harap masih kadang membara
Walau
tertandas ego
Meski
terkubur nyata, aku bukan pendusta!
Tidak
mampu kuhenti rapal akan berucap nama, kau memenangkan nyataku wahai sang
takdir
Kau
... tapi tak bisa merenggut apa yang masih tertanam dalam relung
Aku
senyum pada detik memiliki
Aku
tertunduk pada rintihan
Cisaga,
04 Januari 2016
Langganan:
Postingan (Atom)