Rabu, 11 Mei 2016

'Kesadaran'

Baru sadar, betapa ternyata aku ngga punya siapa-siapa di sini. 😅
.
Seharusnya membuat aku memilih untuk lebih berani.
.
'Seharusnya' lah itu siapa yang mengharuskan? 

Status itu, menyita perhatianmu. Menhadirkan hati lain untuk memberi makna pada hati yang lain pula.

"Jangan posting galau, neng." Katamu di ruang chating.
"Postinglah apa yang bisa orang lain ambil manfaatnya." Katamu lagi.

Aku masih tergugu. Menyaksikan kesendirianku ternyata hanya sebab rasa yang telalu berlebih di sudut sukma. Nyatanya, "Innallaha ma ana, bukan?"
Aku tersenyum. 
Menarik nafas, dan mulai kembali menata sepi yang tak lagi bernada.

Kelas, 12 Mei 2016

Selasa, 10 Mei 2016

Lelucon Kehidupan

Hidup kadang selucu itu.
Kita berdampingan namun angan seperti berpisah.
Kita saling sapa namun hati belum tentu merasa bersama.
Ada masa saling memberi semangat, namun ada waktu kita merasa sendiri dalam kebersamaan.
Sepi, bukan soal keadaan kita sendiri. Adalah faktor x akibat dimana kita kurang menikmati apa yang harus di jalani.
Ini tidak selalu benar. Dan tidak setiap orang merasakan. Hanya beberapa dari kita yang melek, mau melihat bahwa lelucon kehidupan--itu nyata.
Nikmati ... Hadapi ... Hayati ...
Indah kok, lama-lama kita tahu, bahwa sendiri adalah candu.
Semakin lama kita sendiri, maka kita akan semakin membutuhkan lebih banyak kepercayaan saat harus bersama.
Done.

Rabu, 04 Mei 2016

Re Nun Dal Waw (1)

Berjalan di minggu ke tiga di Jogja. Hujan lama tak turun disini. Membuat keadaan panas. Menyisakan debu-debu bertebaran. Namun, hatiku di hujani kerinduan. Lembab, becek, meski tidak menggenangi sepenuhnya.
Tak pernah menyangka, takdir menuntunku sejauh ini. Merenggangkan temu dengan keluarga. Memisahkan kebersamaan yang biasa tercipta. Malam ini, bersama sisa senja, keheningan dan kesendirian ijinkan aku menulis tentang rindu. Rindu yang takan pernah kurasakan jika tak pernah ada jarak yang membentang.
Yakinlah sejauh apapun sebuah jarak, ada doa yang selalu merucap sepanjang ingatan. Ada komunikasi yang tak pernah putus, selama pulsa dan kuota tersedia. Ealah
Pada akhirnya, tidak ada satu halpun yang bisa membuat kita bertahan atau pergi. Tidak itu janji, cinta, harapan, mimpi. Semua yang harus terjadi menjadi bagian takdir, maka terjadilah.
Aku percaya, pada jalan yang harus dilalui, di sana akan terlukis hal yang tak pernah kita bayangkan sebelumnya. Mungkin itu tentang mimpi, harapan, cita, cinta bahkan kehidupan yang baru tentu saja. Atau menjadi perantara untuk kesemua hal tersebut. Kita tak pernah tahu, sebelum semua benar-benar menjadi nyata di bagian kehidupan kita, bukan?
Rindu, di hatiku.
Dia memiliki seruang penuh untuk di singgahi. Kini telah menyesakan dan entah harus beralih keruangan mana untuk menyimpannya.
Melenyapkan segala-gala rasa lain yang kadang tercipta ketika kita harus bersama.
Rindu, entah harus seperti apa aku melenyapkannya. Atau setidaknya tidak membuat gerimis di mataku malam ini dan nanti.
Sebab hariku di sini masih panjang. Sepanjang harapan yang terbentang ke langit menemani bintang~
Piyungan, 26 04 2016