Genting itu kini berakhir dengan air mata.
Mengapa setiap perpisahan selalu dibumbui kesedihan dan tangisan?
tapi aku, air mata ini tak bisa keluar.. Seperti meyakinkan Beliau
pasti akan kembali. Kembali ke tempat sekarang yg beliau tinggalkan.
Jika kalian baru merasakan akan kehilangan, kalian akan kesepian,
maka aku sudah merasakannya saat beliau bilang "sing balageurnya".
Kesedihanpun semakin menjadi. Aku akan selalu ingat, bagaimana beliau mengajarkanku sgalanya.
Terimakasih.
Terimakasih.
Terimakasih.
Memang tak pernah cukup ucap kata Terimakasih meski ku ucap 1000
kali setiap hari untuk sgala ilmu yg telah beliau berikan pada kami.
Maaf, sebatas kata itu saja yg mampu ku ucap untuk segala tingkah, kata, sikap yg pasti sempat menggoreskan luka di hatimu.
Cisaga, 22 Januari 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar